![]() |
| Sumber : P |
Kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dilaksanakan setiap hari, merupakan
rutinitas sehari-hari di dalam kelas, dimana guru dan peserta didik saling
bertemu dan melakukan belajar mengajar. Keberhasilan dalam mengajar tersebut
adalah tanggung jawab guru, oleh karena itu jika ada salah seorang peserta
didik yang tidak mampu menguasai salah satu mata pelajaraan maka seorang guru
dianggap gagal dalam melaksanakan tugasnya.
Perlu kemahiran yang terlatih dalam menggunakan alat peraga
metematika. Guru harus bisa menguasai dan menentukan
alat peraga apa yang tepat untuk sebuah topik tertentu, kerena tidak semua
topik dapat di jelaskan dengan alat peraga, dan tidak semua alat peraga mampu
memperjelas sebuah topik.
Jika alat peraga yang digunakan tanpa memperhatikan karakteristik alat
peraga itu sendiri, maka hasil pengajaran akan jauh dari sasaran. Apabila hal
ini sampai terjadi, berarti penggunaan alat peraga mengalami kegagalan.
Tujuan utama penggunaan alat peraga adalah agar siswa dapat memahami
konsep-konsep atau ide-ide dalam matematika yang sifatnya abstrak ,
dipahami dan dicapai oleh penalaran siswa. Pada usia anak sekolah dasar (SD) masih memerlukan bantuan alat yang sifatnya nyata, terlihat dengan
jelas, dalam menangkap ide atau konsep yang diajarkan. Misalnya untuk
menjelaskan penjumlahan 4 + 5 pada siswa sekolah dasar (SD) guru harus
menunjukkan gambar gabungan benda (misalnya mobil, bunga, atau yang lainnya).
Dibawah ini adalah syarat untuk membuat alat peraga, yaitu :
· Tahan Lama
· Bentuk dan warnanya menarik
· Sederhana dan mudah dimainkan
· Ukurannya sesuai, tidak terlalu besar atau terlalu kecil untuk anak
· Dapat menyajikan konsep matematika baik dalam bentuk nyata,
gambar, atau diagram
· Sesuai dengan konsep matematika

0 Response to "Alat Peraga Matematika Yang Aman Untuk Anak"
Posting Komentar